Komisi Yudisial merupakan suatu lembaga yang memiliki sifat mandiri yang memiliki wewenang dalam mengusulkan pengangkatan hakim agung. Komisi ini juga memiliki wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan suatu martabat, kehormatan, keluhuran, dan juga perilaku hakim.

Wewenang
Sesuai pasal 13 Undang-Undang nomor 18 tahun 2011 tentang perubahan atas undang-undang nomor 22 tahun 2004 tentang komisi yudisial. Komisi yudisial mempunyai wewenang:
- Mengusulkan pengakatan hakim agung dan hakim ad hoc di Mahkamah Agung kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan.
- Menjaga dan menegakkan kehormatan,keluhuran martabat, serta perilaku hakim.
- Menetapkan kode etik dam/atau pedoman perilaku hakim (KEPPH) bersama-sama dengan mahkamah agung.
- Menjaga dan menegakkan pelaksanaan kode etik dan/atau Pedoman Perilaku Hakim ( KEPPH)
Tugas
Berdasarkan pasal 14 undang-undang nomor 18 tahun 2011. dalam melaksanakan wewenang sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 huruf a. yaitu mengusulkan pengangkatan hakim agung dan hakim ad hoc di mahkamah agung kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan, maka komisi yudisial mempunyai tugas:
- Melakukan pendaftaran calon hakim agung
- melakukan seleksi terhadap calon hakim agung
- Menetapkan calon hakim agung dan
- Mengajukan calon hakim agung ke DPR
Pasal 20 Undang-undang nomor 18 tahun 2011 mengatur bahwa:
- Dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan , keluhuran martabat, serta perilaku hakim. Komisi yudisial tugas:
– Melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap perilaku hakim
– Menerima laporan dari masyarakat berkaitan dengan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim
– Melakukan verifikasi,klarifikasi dan investigasi terhadap laporan dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim secara tertutup
– Memutus benar tidaknya laporan dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim
– Mengambil langakah hukum dan/atau langkah lain terhadap orang perseorangan, kelompok orang atau badan hukum yang merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim - Selain tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Komisi yudisial juga mempunyai tugas mengupayakan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan hakim
- Dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim. Sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. Komisi dapat meminta bantuan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan dalam hal adanya dugaan pelanggaran kode tik dan/atau pedoman perilaku hakim oleh hakim
- Aparat penegak hukum wajib menindaklanjuti permintaan komisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
