Cemaran etilen glikol pada obat sirup disinyalir sebagai salah satu penyebab gangguan ginjal akut yang berujung kematian pada anak. Gangguan ginjal akut progresif atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney) merupakan gangguan yang gempar dibicarakan sebab menewaskan seratus lebih anak di Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat bahwa di 22 provinsi yang ada di Indonesia, terdapat 241 anak menderita gangguan gagal ginjal dan 133 di antaranya meninggal dunia. Gangguan ginjal akut yang menyebabkan kematian tersebut diduga kuat terjadi karena adanya kandungan senyawa ethyleme glycol (EG), diethylene glycol (DEG) dan ethylene glycol butyl ether (EGBE) pada obat sirup. Hal ini diafirmasi oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin yang menyatakan, dari 11 anak yang diperiksa di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) gangguan ginjal akut ini terjadi karena adanya senyawa-senyawa tersebut.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menanggapi permasalahan tersebut dengan mengeluarkan Keputusan (SK) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3305/2022 tentang Tata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Terlihat pada poin menimbang, keputusan ini dibuat untuk menanggapi gangguan ginjal akut dan melakukan antisipasi yang efektif dan efisien. SK tersebut menguraikan beberapa tahapan dalam deteksi dini dan tata laksana klinis terhadap gangguan ginjal akut yang.menyerang anak. Tahapan pertama, yakni deteksi dini pra-rumah sakit. Tahapan ini terdiri atas dua, yaitu pertama, pengenapan gejala yang dilakukan oleh masyarakat, kemudian kedua, Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atas gejala yang ditemukan masyarakat. Tahapan kedua, yakni Rekomendasi Tata Laksana Klinis di Rumah Sakit. Tahapan ini menguraikan prosedur penanganan tata laksana klinis untuk pasien anak pra rujukan dan di rumah sakit rujukan.
Selain mengatur hal-hal tersebut, di dalam SK ini juga diuraikan mengenai definisi oprasional.gangguan ginjal akut progresif atipikal. Ada berbagai gejala yang diuraikan sebagai kemungkinan terjadinya gangguan tersebut, yaitu meliputi:
- Anak usia 0-18 tahun (mayoritas balita).
- Memiliki demam atau riwayat demam atau gejala infeksi lain dalam 14 hari terakhir.
- Didiagnosis gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya (baik pre-renal, renal, maupun post-renal) oleh Dokter Penanggung Jawab Pasien.
- Tidak mengalami kelainan ginjal sebelumnya atau penyakit ginjal kronik.
- Didapatkan tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi.
Artikel Terkait :
