Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Medan Area (MH UMA) terus menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pencapaian akreditasi unggul pada masa mendatang. Hal ini terungkap dalam hasil diskusi pembahasan internal terbaru yang dipimpin oleh Kaprodi Magister Ilmu Hukum dan Kepala Bidang Pembelajaran serta Sistem Informasi Akademik.
Menurut Kaprodi, hingga Kamis, 5 Maret 2026, program studi telah menerima 4 mahasiswa baru untuk semester genap tahun akademik 2025/2026, sehingga total mahasiswa aktif mencapai 61 orang. Target penerimaan mahasiswa baru (maba) pada semester ganjil TA 2026/2027 ditetapkan sebanyak 55 orang untuk terus memperkuat populasi dan dinamika akademik program pascasarjana ini.
Kaprodi menyampaikan apresiasi tinggi kepada para dosen yang telah aktif mempromosikan MH UMA melalui berbagai kegiatan, termasuk kunjungan ke instansi kepolisian, pemerintahan, serta pemanfaatan jejaring alumni. Upaya promosi ini dinilai sangat membantu dalam meningkatkan minat calon mahasiswa.
Dalam aspek kemahasiswaan, Kaprodi mengajukan program Program Akselerasi Pembelajaran (PAP) bagi mahasiswa stambuk 2022, khususnya atas nama Haura Nur Fadhila, agar dapat menyelesaikan studi dan mengikuti wisuda periode kedua mendatang.
Perkuliahan semester genap 2025/2026 akan dilaksanakan secara hybrid dengan komposisi 50% daring dan 50% luring yang bergantian. Kuliah perdana dijadwalkan pada 13 Maret 2026 secara daring sepenuhnya.
Kaprodi juga menekankan pentingnya disiplin dosen tetap program studi (DTPS) dalam melakukan log in dan log out melalui sistem AMADI, serta menginput materi ajar di AMADI dan e-learning sesuai Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Selain itu, para dosen dihimbau untuk memiliki buku ajar, publikasi di jurnal internasional bereputasi, luaran PKM berupa jurnal dan HKI, aktif mengikuti konferensi internasional, serta meraih rekognisi internasional guna memenuhi standar SPMI Universitas Medan Area.

Sementara itu, Ka Bidang Pembelajaran dan Sistem Informasi Akademik menyampaikan pembagian dosen team teaching untuk semester genap, serta menekankan pentingnya koordinasi antar dosen agar pembelajaran berjalan optimal.
Dari hasil evaluasi bidang kemahasiswaan dan kinerja dosen, teridentifikasi beberapa capaian yang masih perlu ditingkatkan, antara lain:
- Belum tercapainya prestasi mahasiswa tingkat nasional maupun internasional
- Minimnya publikasi mahasiswa di jurnal internasional bereputasi
- Kurangnya penelitian dosen yang melibatkan mahasiswa dan dipublikasikan di jurnal internasional
- Rendahnya sitasi penelitian DTPS oleh mahasiswa MH
- Belum adanya luaran prosiding nasional/internasional
- Belum terpenuhinya luaran PKM dalam bentuk HKI serta beberapa standar lainnya

Terkait akreditasi, diketahui bahwa sertifikat akreditasi MH UMA saat ini berlaku hingga 20 Desember 2027 (dengan peringkat Baik Sekali berdasarkan SK BAN-PT tahun 2023). Proses penyusunan dokumen akreditasi ulang telah dimulai sejak awal 2026, dengan progres LED mencapai 20% dan LKPS mencapai 50% per 5 Maret 2026. Target yang ditetapkan adalah meraih peringkat Unggul pada akreditasi mendatang.
“Semangat dan kinerja internasional dari seluruh dosen dan mahasiswa menjadi kunci utama untuk mencapai target akreditasi Unggul tersebut,” demikian disampaikan dalam diskusi tersebut.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Medan Area diharapkan semakin kokoh sebagai salah satu program pascasarjana hukum unggulan di wilayah Sumatera Utara.
Artikel Terkait :
