Kunjungan Audiensi Program Pascasarjana Universitas Medan Area Ke Polresta Deli Serdang

InfoMHUMA – Fungsionaris Program Pascasarjana Universitas Medan Area (PPS UMA) mengadakan kunjungan audiensi beserta promosi ke Polresta Deli Serdang dalam rangka silatuhrahmi beserta promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) T.A. 2020/2021, Jl. Sudirman, Petapahan, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Kamis, 30 April 2020.

Rombongan yang diikuti langsung oleh Direktur PPS UMA Prof. Dr. Ir. Retna Astuti K., M.S. itu diterima langsung oleh Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Yemi Mandagi, S.I.K serta Kabag Sumda Polresta Deli Serdang Kompol Dr. Sri Pinem, S.H., M.Kn di Ruang Pertemuan Polresta Deli Serdang. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum Dr. M. Citra Ramadhan, S.H., M.H. serta Dekan Fakultas Hukum Universitas Medan Area Dr. Rizkan Zulyadi, S.H., M.H.

Dalam sambutannya Kapolresta Deli Serdang menyambut baik kedatangan rombongan dalam rangka menjalin silatuhrahmi serta kerjasama antara kedua belah pihak untuk menjadi yang lebih baik lagi, khususnya dibidang akademik dan SDM. Direktur PPS UMA dalam pemaparannya menjelaskan PPS UMA kini telah mengelola 4 Program Studi Magister dan 1 Program Studi Doktor yang tahun lalu diberikan kepercayaan untuk membuka Program Studi Doktor. Dan untuk saat ini PPS UMA kini telah memeliki Program Studi yang terakreditasi peringkat A oleh BAN-PT yaitu Program Studi Magister Agribisnis. PPS UMA juga membuka kelas sore yang diperuntukan untuk para mahasiswa yang telah bekerja seperti anggota Polri.

Acara audiensi dilanjutkan dengan diskusi ringan serta tanya jawab yang berkaitan dengan kegiatan akademik perkuliahan serta isu isu startegis lainnya yang sedang dihadapi seperti pandemi Covid-19. Acara ditutup dengan foto bersama serta pemerian cenderamata untuk kedua belah pihak. (/dianfp)

Perlindungan Hukum Terhadap Hak-Hak Anak di Masa Pandemi Covid-19

Fakultas Hukum Universitas Medan Area ( FH-UMA)  bekerjasama dengan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPN Veteran Jakarta) selenggarakan seminar online (Webinar) series III secara gratis dan terbuka untuk umum. Adapun tema pada seminar online yang diselenggarakan pada Jum’at (29 Mei 2020) yaitu “Perlindungan Hukum Terhadap Hak-Hak Anak di Masa Pandemi Covid-19”.

Baca Selengkapnya pada link berikut : http://hukum.uma.ac.id/2020/06/03/seminar-online-series-iii-perlindungan-hukum-terhadap-hak-hak-anak-di-masa-pandemi-covid-19/

Penataan Regulasi Daerah Masa Pandemik Covid 19

Fakultas Hukum Universitas Medan Area (FH-UMA) selenggarakan webinar dengan tema “Penataan Regulasi Daerah Masa Pandemik Covid 19”. Kegiatan ini di Narasumberi oleh Dr. Ibnu Sina Chandranegara, S.H., M.H  yang merupakan WakilDekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta  dan dimoderatori oleh Muhammad  Yusrizal Adi Syaputra  S.H., M.H dosen FH Universitas Medan Area, Senin (11 Mei 2020) Jam 13:00 – 14:00 Wib.

Baca Selengkapnya : http://hukum.uma.ac.id/2020/06/03/seminar-penataan-regulasi-daerah-masa-pandemik-covid-19/

PSIKOLOGI DARING DALAM DUNIA PENDIDIKAN MASA PANDEMI

Webinar Magister Psikologi dengan tema “Psikologi Daring Di Era Pandemik” kali ini banyak sekali pemateri yang mengundang pertanyaan kenapa bisa beranggapan Covid 19 ini musuh dan menganggap Covid 19 ini partner. baik sebelum mengupas tuntas materi yang disampaikan Bapak Hironymus Ghodang selanjutnya dilanjutkan pemateri Septiana Sari, S.Ked selaku Yayasan Mendengar Bicara & Founder Smart Aurica School dengan membawakan materi prikologi daring keluarga dan anak-anak spesial bagaimana peran dari orang tua sebagai guru dirumah akan tetapi terkadang juga bagaimana menyikapi jika anak yang selalu di marahin orang tuanya jika belajar dirumah apa yang harus kita sampaikan kepada anak-anak agar ingin belajar dirumah, jadi sebagai orang tua bisa memberikan pesan melalui audio visual agar mereka lebih memahi bagaimana mereka menyikapi hidup bersih dan menyikapi covid 19 ini.

Baca selengkapnya…

MITOS-MITOS KULIAH JURUSAN HUKUM

1. Kuliah Hukum Harus Menghafal Pasal-Pasal dalam Undang-Undang

Ini adalah mitos yang paling sering beredar. Untunglah ini hanya mitos belaka, Mahasiswa hukum tidak perlu menghafal bunyi peraturan perundang-undangan, Kalau ingin mengetahui bunyi pasal dalam sebuah peraturan, cukup dibaca aja undang-undang dan peraturan tersebut.

Selain akan sulit jika harus menghafal seluruh undang-undang dan peraturan yang ada di negeri ini, isi undang-undang dan peraturan juga selalu berubah. Kalau kita harus menghafal, bagaimana jika isi peraturan tersebut berubah?

Yang harus dikuasai oleh mahasiswa hukum adalah kemampuan berpikir kritis dan kemampuan analisis. Mahasiswa harus mengetahui dimana ia bisa menemukan aturan mengenai suatu hal, apa maksud dari aturan tersebut, apa kaitan antara aturan tersebut dengan aturan lainnya. Dengan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan analisis, maka ia bisa mengetahui bagaimana penerapan pasal-pasal tersebut dalam suatu kasus.

2. Lulusan Fakultas Hukum Hanya Bisa Menjadi Hakim, Jaksa atau Pengacara

Memang benar bahwa sebagian dari mereka yang kuliah di fakultas hukum bercita-cita menjadi pengacara, hakim atau jaksa. Namun, banyak profesi lain diluar ketiga profesi tersebut yang bisa dijalani oleh lulusan fakultas hukum. Bekerja di divisi hukum suatu perusahaan misalnya, atau divisi hukum lembaga maupun instansi pemerintah.

Lulusan fakultas hukum juga dapat menjadi notaris, perancang peraturan, diplomat, peneliti, dosen, jurnalis, dan lainnya. Menjadi pengacara atau advokat juga masih terbagi lagi, ada yang menjadi advokat publik dan advokat yang bekerja di firma hukum. Advokat yang bekerja di firma hukum juga ada yang melakukan litigasi, yaitu beracara di pengadilan, adapula yang fokus menangani transaksi bisnis perusahaan atau korporasi.

3. Jika Menjadi Hakim atau Jaksa bahkan Pengacara Akan Banyak Dosa dan Masuk Neraka

Harus diakui, bahwa korupsi memang masih marak di dunia peradilan di Indonesia. Sering kita membaca di media tentang hakim, jaksa atau pengacara yang ditangkap oleh KPK karena memberi atau menerima suap.

Namun, apapun profesi kita, peluang melakukan korupsi akan selalu ada. Apabila tekad kita kuat untuk tidak korupsi, maka kondisi lingkungan yang belum ideal seharusnya tidak menjadi halangan. Ini justru tantangan bagi kita untuk mengubah keadaan tersebut. Bayangkan jika semua yang jujur dan anti korupsi tidak mau masuk ke lingkungan tersebut dan berusaha mengubah keadaan, maka tentu kondisi tidak akan pernah berubah.

Tiga hal di atas setidaknya bisa meluruskan mitos-mitos yang beredar tentang Jurusan Hukum. Apabila kamu siap menjadi pembaru hukum dan melakukan perubahan, maka Universitas Medan Area adalah Universitas yang tepat untuk kamu.

Webinar Hukum Tema “Covid-19 sebagai Alasan Force Majeure dalam Kontrak Bisnis”

Program Magister Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Medan mengadakan Webinar Hukum. Tema “Covid-19 sebagai Alasan Force Majeure dalam Kontrak Bisnis” terbuka untuk Umum dan Mahasiswa, Live Streaming Via CloudX Telkomsel.

Diselenggarakan :
Hari/Tanggal : Jumat, 22 Mei 2020
Jam                  : 10.00 s/d 12.00 WIB
Aplikasi           : CloudX Telkomsel

Kata Sambutan:
Prof. Dr. Retna Astuti Kuswarni, MS
Direktur PPs UMA

Narasumber:
Dr. Detania Sukarja, SH., LL.M
Pengajar Hukum Bisnis FH USU

Moderator:
Dr. M. Citra Ramadhan, SH., MH
Kaprodi MH PPs UMA

Peserta Hadir Terbatas 100 orang
Pendaftaran http://bit.ly/PascaUMAWebinarMH
Contact Person : Ryan – 081370366783

Diskusi Hukum “Perlindungan Anak Saat Pandemi Covid 19 Dalam Perspektif Hukum dan Hak Asasi Manusia”

MUI Sumatera Utara bekerjasama dengan Universitas Medan Area (UMA) akan mengadakan Diskusi Hukum dengan tema:

“Perlindungan Anak Saat Pandemi Covid 19 Dalam Perspektif Hukum dan Hak Asasi Manusia”

Diselenggarakan :
Hari/Tanggal : Minggu, 17 Mei 2020
Pukul               : 11.00 s/d 12.00 WIB
Aplikasi           : CloudX Telkomsel
Kegiatan diskusi publik ini terbuka bagi akademisi, peneliti, mahasiswa dan masyarakat umum.
Para peserta yang mengikuti kegiatan diskusi sampai selesai akan mendapatkan e- certificate. Bagi yg berminat hadir, silahkan menghubungi Narahubung yang telah disediakan.

MENGENAL LEBIH JAUH SEPUTAR JURUSAN HUKUM

Saat mendengar kata hukum pasti yang ada di benak pikiran kita adalah pasal pasal dari Undang Undang yang amat banyak dan tumpukan dari buku buku yang tebal dan penuh dengan kata kata, tidak ada gambar didalamnya, tidak ada rumus begitu pun tidak akan ditemui sebuah ilustrasi,lalu sebenarnya bagaimana sih kuliah di jurusan hukum?

Jurusan hukum tidak seperti yang orang orang pikirkan, jauh daripada itu jurusan ini mempelajari hal-hal yang kita anggap tidak penting untuk dipelajari tapi justru itulah kunci dari hidup di negara ini karena pada dasarnya negara kita adalah negara hukum, di jurusan hukum ini kita mempelajari seluk beluk negara kita mulai dari hukum yang berlaku di negara Indonesia, bisnis,perekonomian, politik,sosial, budaya, hubungan kita dengan orang lain, hubungan kita dengan negara, hubungan negara dengan negara lain, orang orang atau pun organisasi yang menjalankan pemerintahan, perdagangan,  bahkan kalau ada yang bilang kuliah di jurusan hukum nanti hanya menghafal pasal-pasal itu salah besar, karena pasal pasal itu tidak perlu di hafal cukup kita pahami dan terapkan. Menarik bukan? Kita bisa mengetahui adat apa yang berlaku di berbagai negara di indonesia, mulai dari tata cara perkawinannya yang akan dipelajari di hukum adat, tata cara pembagian warisannya yang akan di pelajari di hukum waris, dan lain sebagainya. Begitu pula kita akan mengetahui bagaimana hukum perkawinan yang sebenarnya itu beraku di indonesia, karena banyak sekali simpang siur yang membahas tentang hukum perkawinan di jurusan ini kita bisa mempelajari nya sendiri.

Memang nya kalau Kuliah di jurusan Hukum nanti kerjanya jadi apa?

Pertanyaan diatas paling sering di tanyakan baik oleh orang tua yang anaknya ingin kuliah di jurusan hukum atau oleh tetangga.

Disini aku akan memberikan sedikit wawasan tentang pekerjaan apa sih yang bisa didapatkan oleh Sarjana Hukum, yang pertama tentunya profesi yang bekerja dibidang pengadilan contohnya hakim,jaksa,pengacara,panitera,polisi. Ya profesi tersebut paling banyak diminati oleh anak anak yang mengambil perkuliahan jurusan hukum, tetapi tidak hanya itu, seorang sarjana hukum mempelajari banyak hukum mulai dari hukum agraria (tanah), hukum bisnis, hukum perdata,hukum pidana, hukum internasional,hukum tata negara, hukum acara dan banyak lainnya yang balik lagi seperti yang saya katakan itu semua berhubungan dengan semua seluk beluk negara ini, saat orang akan melakukan jual beli tanah maka mereka akan membutuhkan PPAT ( Pejabat Pembuat Akta Tanah) ya profesi ini adalah salah satu profesi dari Sarjana Hukum, kemudian Notaris yang memiliki kewenangan untuk membuat akta autentik mengenai sebuah perbuatan,perjanjian dan ketetapan yang diharuskan oleh peraturan perundang-undangan, kemudian kita juga bisa bekerja sebagai perwakilan Diplomatik Negara dengan bekal Hukum Internasional yang telah kita pelajari, begitu juga pegawai Administrasi Negara, anggota Parlemen yang tugasnya membuat Undang Undang tentu saja itu adalah bagian anak anak hukum, dan pekerjaan yang paling menyenangkan adalah menjadi seorang pebisnis karena kita mengelola sendiri waktu dan tenaga kita dan juga berbekal dari hukum bisnis yang kita pelajari maka kita tidak memerlukan penasehat hukum lagi dalam menjalankan bisnis kita.