Ketua Pusat Kekayaan Intelektual UMA Menjadi Narasumber Kegiatan Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal

Ketua Pusat Kekayaan Intelektual UMA (Ka Prodi MH UMA) Dr. Muhammad Citra Ramadhan, S.H, M.H sebagai narasumber acara Kegiatan Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara di JW Marriot Hotel Medan, Senin (21/06/21).

Kegiatan yang mengambil tema “Kekayaan Intelektual Komunal Sebagai Perekat Identitas Bangsa dan Mendorong Ekonomi Masyarakat” ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah, Imam Suyudi yang menyampaikan Kepemilikan karya intelektual baik yang bersifat komunal maupun personal saat ini berperan dalam membangun perekonomian dan merupakan basis dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Karenanya perlindungan kekayaan intelektual merupakan suatu bagian penting dalam pembangunan nasional ke depan dan berkontribusi secara signifikan dalam perkembangan perekonomian nasional.

Adapun sambutan dari narasumber Ketua Pusat Kekayaan Intelektual UMA Dr. Muhammad Citra Ramadhan, S.H, M.H memaparkan materi tentang Edukasi Hukum Kekayaan Intelektual Komunal yang memiliki kerangka presentasi yaitu Konsepsi KIK, Lanskap KIK, Haruskah KIK Dimanfaatkan dan Perlindungan Hukum KIK di Indonesia.

 

 

Adapun Konsepi KIK Komunalistik-Spritualistik yaitu hasil dari ekspresi kreatif manusia, tidak berwujud, dapat dijadikan modal kapital, perlu mendapatkan perlindungan, hasil dari interaksi sosial dan alam dan hajat hidup orang banyak.

Adapun Lanskap KIK ialah memiliki Pengetahuan Tradisional Karya intelektual di bidang pengetahuan dan teknologi yang mengandung unsur karakteristik warisan tradisional yang dihasilkan, dikembangkan, dan dipelihara oleh komunitas atau masyarakat tertentu.

Ekspresi Budaya Tradisnional Segala bentuk ekspresi karya cipta, baik berupa benda maupun tak benda, atau kombinasi keduanya yang menunjukkan keberadaan suatu budaya tradisional yang dipegang secara komunal dan lintas generasi.

Sumber Daya GenetikTanaman/tumbuhan, hewan/binatang, jasad renik atau bagian-bagiannya yang mempunyai nilai nyata atau potensial.

Indikasi Geografis suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.

Kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Purwanto, Kepala Divisi Administrasi Betni Humiras Purba, Walikota Gunung Sitoli Lakhomizaro Zebua, Wakil Bupati Batubara Oky Iqbal Frima, perwakilan pemerintah daerah serta rektor maupun perwakilan dari Perguruan tinggi di Provinsi Sumatera Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *