Syarat sahnya Perjanjian Yang Wajib diketahui

Mendengar kata “perjanjian” mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita semua, hampir di setiap transaksi, baik itu transaksi jual beli, transaksi sewa menyewa atau bahkan dalam hal kerja sama sekalipun pasti membutuhkan perjanjian. Akan tetapi tidak dapat dibuat sembarangan , terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi agar yang dibuat dapat sesuai dengan aturan yang berlaku dan tentunya menghindari risiko dibatalkan atau batal demi hukum.

Secara Hukum

Syarat-syarat yang diatur di kitab undang-undang hukum perdata (KUHPerdata) yaitu  didalam pasal 1320 sampai 1337 KUHPerdata, syaratnya meliputi:

  1. Kata sepakat
  2. Cakap hukum
  3. Adanya objek perjanjian
  4. Sebab yang halal

Kata Sepakat

Kata sepakat bermakna bahwa para pihak harus saling sepakat mengikatkan diri atas dasar kemauan sendiri dan saling setuju terhadap hal-hal yang diperjanjikan. Kata sepakat tersebut pun harus didasari atas kehendak para pihak tanpa ada unsur kekhilafan, paksaan ataupun penipuan.

Cakap Hukum

Perjanjian harus disetujui oleh orang yang cakap dan mampu melakukan tindakan hukum ,setiap orang adalah cakap hukum kecuali mereka yang masih berusia dibawah 21 tahun , dan mereka yang berada dibawah pengampuan ( orang cacat, tidak waras, dll). Tidak perlu diingat, ada hal lain yang membuat seorang yang seharusnya cakap melakukan tindakan hukum menjadi tidak cakap, misalnya orang dewasa yang sedang mabuk atau terpengaruh obat-obatan yang akhirnya menyebabkan hilangnya kesadaran.

Adanya Objek Perjanjian

tidak mungkin bikin perjanjian tidak tahu objeknya, objek yang dimaksud itu bisa berupa benda dalam bentuk fisik atau jasa. Contohnya misal pak ifnu dalam berniat untuk menjual motor beat berwarna putih yang diproduksi tahun 2016 kepada bapak mahesa dengan harga 5 juta rupiah, dalam perjanjian ini bapak ifnu secara jelas menyatakan barang apa yang akan dijual beserta jenis, harga , hingga ciri-ciri barang tersebut.

Sebab yang halal

Maksud dari sebab yang halal adalah perjanjian tersebut dibuat berdasarkan tujuan yang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku dan dilarang oleh undang-undang atau norma sosial.  Contohnya yang sebabnya tidak halal adalah ketika seseorang melakukan jual beli obat terlarang atau narkoba. Hal ini dikarenakan narkoba adalah benda yang dilarang oleh undang-undang, sehingga perjanjian tersebut menjadi tidak sah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *