Penegakkan Hukum dalam Penanganan Terorisme

Demikian disampaikan Anggota Komisi III DPR-RI dan Ketua Pansus Revisi Undang-Undang Terorisme H. R. Muhammad Syafi’i, SH, M.Hum pada kuliah umum Magister Hukum.

Sebanyak 35 orang mahasiswa Magister Hukum pada hari Sabtu. 30 Juli 2016 Magister Hukum Universitas Medan Area mengikuti kuliah umum dengan sebagai narasuber adalah H. R. Muhammad Syafi’i, SH, M.Hum yaitu Ketua Pansus RUU Terorisme. Hadir dalam kuliah umum dan juga bertindak sebagai moderator pada kuliah umum ini adalah Muaz Zul, SH, M.Hum (Wakil Direktur Bid. Kemahasiswaan) dan Dr. Malina, SH, M.Hum (Ketua Program Studi Magister Hukum).

“Kita harus membangun harmoni ekonomi, harmoni sosial dan harmoni politik  untuk menjaga keutuhan NKRI dari segala ancaman seperti terorisme. Menghilangkan stigmatisasi bahwa Islam bukanlah teroris, anggapan yang menginisialkan Islam sebagai teroris harus kita geser,” tukasnya.

Ia menegaskan, bahwa untuk mengantisipasi tindak terorisme di Indonesia bukanlah dengan kebencian, melainkan dengan penegakan hukum secara optimal. “Terorisme adalah segala bentuk kekerasan dan intimidasi terutama di bidang politik yang menyebarkan ketakutan dan teror, tapi terorisme bukanlah Islam maka hendaknya jangan mengkaitkan dengan agama. Terorisme adalah musuh bersama dan harus bangsa ini harus dilindungi, tapi bukan dengan kebencian melainkan dengan penegakan hukum,” tukasnya.

 

Program Pascasarjana UMA Mengadakan Acara Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Program Pascasarjana UMA rutin setiap tahunnya mengadakan acara buka puasa bersama dan memberikan santunan kepada anak yatim di setiap bulan Ramadhan.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Senin, 13 Juni 2016 ini bertempat di Kampus II (Jl. Setia Budi No.79-B) ini diawali dengan pertemuan fungsionaris Pascasarjana dengan wartawan yang bertugas di Pascasarjana UMA yang dimoderatori oleh Muaz Zul, SH, M.Hum (Wakil Direktur Bid. Kemahasiswaan) dan di bawah koordinasi Kahumas UMA Ir. Asmah Indarwati, MP. Pada kesempatan tersebut, Direktur dan Ketua Program Studi yang terdiri dari Dr. Warjio, MA (MAP), Prof. Dr. Ir. Yusniar Lubis, M.MA (MA), Dr. Marlina, SH, M.Hum (MH), dan Dr. Wiwik Sulistyaningsih, M.Si (MPsi) menyampaikan informasi tentang keberadaan Pascasarjana/Program Studi dan penerimaan mahasiswa baru.

Acara pun dilanjutkan dengan Tausiah Ramadhan yang disampaikan oleh Bapak Arif, SH, MH (dosen FH USU dan FH UMA) tentang Qishash dan Shiyam, dan tausiah menjelang berbuka oleh Prof. Dr. A. Ya’kub Matondang, MA (Rektor UMA) tentang fiqh bersugi pada saat menjalankan puasa.

Diberikan pula santunan bagi anak yatim/miskin yang berasal dari kecamatan Pancur Batu. Turut yang membagikan santunan mulai dari Prof. Dr. A. Ya’kub Matondang, MA (Rektor UMA), Dr. Heri Kusmanto, MA (Wakil Rektor Bid. Akademik), Dr. Ir. Siti Mardiana, MS (Wakil Rektor Bid. Adm. dan Keuangan), Prof. Dr. Ir. Retna Astuti K., MS (Direktur Pascasarjana), dan sejumlah dosen/fungsionaris Pascasarjana UMA.

Acara yang juga dihadiri oleh Sekretaris Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS) bapak Dr. M. Akbar Siregar, M.Si. dan beberapa guru besar pun berlanjut dengan buka bersama, shalat Magrib bersama, dan diakhiri dengan makan bersama.

 

Penegakkan Hukum Illegal Fishing di Indonesia

Pada hari Sabtu, 21 Mei 2016 Program Studi Magister Hukum Universitas Medan Area mengadakan kuliah umum dengan pemateri Laksda TNI Dr. Surya Wiranto, SH, MH.
InfoUMA – Staf Menko Polhukam Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman, Laksamana Muda TNI Dr. Surya Wiranto, SH MH mengingat banyak gangguan keamanan di laut Indonesia.

Gangguan itu  seperti perompakan dan pembajakan, human trafficking, smuggling migrants, traficking fire arms, terorisme maritim, perusakan atau pencemaran lingkungan laut.

Hal itu disampaikan Dr. Surya Wiranto pada acara kuliah umum yang diikuti  mahasiswa Magister Hukum Universitas Medan Area (UMA), baru-baru ini.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk mengantisipasi gangguan  di laut tersebut, dilakukan penegakan hukum dengan  penindakan setelah terjadinya Garkum (preventif dan refresif) Tujuannya untuk mencapai dan menciptakan ketertiban, keamanan, dan ketenteraman

Untuk menegakkan hukum itu katanya membutuhkan aparat penegak hukum (criminal justice sistem) yang mliputi aparat kepolisian, jaksa, hakim dan petugas lembaga pemasyarakatan. Penegakan hukum itu melalui proses penyelidikan, penyidikan, penangkapan, penahanan, penuntutan, persidangan.  Kom ponen sistem peradilan pidana  tersebut harus bekerja sama dalam penegakan hukum illegal fishing.

Kerjasama aparat penegak hukum dalam sistem peradilan pidana penting dilakukan.

Dr. Surya juga mengatakan  instansi yang berwenang dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana di laut itu  di antaranya TNI AL, Kementerian Kelautan dan Perikanan  (PPNS Perikanan), Kementerian Hukum dan HAM (PPNS Imigrasi), Kementerian Keuangan (PPNS Bea &Cukai ),  Kepolisian Ne gara RI, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Kehutanan (PPNS Kehutanan), Kementerian Perhubungan (PPNS Perhubungan), Kementerian Negara Lingkungan Hidup (PPNS LH), Bakamla.

Terkait dengan Illegal fishing yang terjadi di perairan laut NKRI, katanya  aturan hukum yang terkait di antaranya UU No. 45 tahun 2002 tentang Perikanan  (perubahan atas UU No 31 tahun 2004 tentang Perikanan, UU No. 34 tahun 2004 tentang TNI, UU No. 2 tahun 2002 tentang Polri dan UU No. 32 tahun 2014 tentang Kelautan.

Ketua Program MH UMA Dr. Marlina, SH, M.Hum mengatakan kuliah umum yang disam pai kan sangat penting dan tepat di berikan kepada mahasiswa magister hukum UMA  Karena, ungkapnya  maha siswa UMA terdiri dari berbagai komponen di antaranya polisi, jaksa, hakim, lapas, advokat,  akademisi, pengusaha, imigrasi, sangat besar peranannya dalam penegakan hukum.

Dia juga menegaskan kegiatan kuliah umum dan perkuliahan di dalam kelas akan terus ditingkatkan dengan menghadirkan para ahli dalam bidang akademis dan praktisi.

Magister Hukum UMA, tambahnya kuliah umum ini juga untuk meningkatkan wawasan akademis mahasiswa dalam bidang kelautan khususnya masalah illegal fishing di perairan laut Indonesia. Dengan demikian mahasiswa MH UMA lebih aktif, inovatif dan profesional dalam men jalankan tugasnya

 

Kuliah Umum oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH., MH.

Pada hari Jumat, 22 April 2016 pukul 16.30 – 18.30 di ruang A.1.5 Program Pascasarjana Universitas Medan Area telah berlangsung kuliah umum yang disampaikan oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH., MH.

Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH., MH. pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi pertama (2003–2008) dan diakui sebagai peletak dasar bagi perkembangan gagasan modernisasi peradilan di Indonesia.  Di dalam kuliah umumnya Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH., MH. yang juga merupakan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) ini menyampaikan kuliah umum dengan topik “Trias Politica”.

Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa semester 2 (dua) program studi Magister Administrasi Publik dan Magister Hukum UMA sebanyak 75 orang. Acara dimoderator oleh Dr. Heri Kusmanto, MA (Wakil Rektor Bid. Akademik UMA) yang serta dihadiri juga oleh Prof. Dr. Ir. Retna Astuti K., MS (Direktur Program Pascasarjana UMA), Ir. Rizal Aziz, MP (Wakil Direktur Bid. Kerjasama), Dr. Warjio, MA (Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik, dan Ir. E. Harso Kardhinata, M.Sc (Sekretaris Program Studi Magister Agribisnis).

 

Nama-Nama Wisudawan Program Studi Magister Hukum

Berikut Nama-Nama Wisudawan Program Pascasarjana Program Studi Magister Hukum Periode I 2016 yang diselenggarakan di Kampus I Universitas Medan Area, Jl. Kolam No.1 Medan Estate pada tanggal 27 Februari 2016.

NO N A M A   WISUDAWAN NO N A M A   WISUDAWAN
MAGISTER HUKUM
1 Muhammad Nur, S.Pd. I, MH 7 M. Taufik Sulaeman, SH, MH
2 Muhammad Iqbal Altari, SH, MH 8 Fauzan Nazmi, SE, MH
3 Abdul Hakim, SH, MH 9 Sukamto, S. Kom, MH
4 Indra Pamulihan, SE, MH 10 Frans Jaya, SH, MH
5 Sutoro, SE, MH 11 Ujang Cahya, SH, MH
6 Syahril, SH, MH 12. M. Said Sitompul, SH, MH

 

 

 

Wisuda Pascasarjana UMA Periode I 2016

Sebanyak 48 wisudawan Program Pascasarjana UMA mengikuti proses wisudawan di Kampus I Universitas Medan Area, Jl. Kolam No.1 Medan Estate pada hari Sabtu, 27 Februari 2016.

Dalam sambutan Prof Dr HA Ya’kub Matondang, MA menyampaikan saat ini Universitas Medan Area terus meningkatkan percepatan mutu dengan mengimplementasikan SPMI dan mengimplementasikan ISO 9001 : 2015 yang dilaksanakan oleh lembaga penjaminan mutu UMA. Selain itu, untuk mengembangkan  UMA terus menjalin kerjasama baik dari instansi Pemerintah maupun swasta serta berbagai perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri. Universitas Medan Area pada saat ini telah meraih akreditasi dengan peringkat B baik program studi maupun Institusi dari Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN – PT). Jadi bisa dipastikan ijazah yang dikeluarkan oleh UMA adalah ijazah yang diakui dan sah.

Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Koordinator Kopertis wilayah I Sumut- Aceh Prof. Dian Armanto, M.Pd., M.A, M.Sc, Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa  UMA saat ini telah banyak mengirim dosen yang menjadi peneliti. Tetapi beliau terus berharap agar UMA  menjadi motivator agar meningkatkan jumlah  dosennya menjadi peneliti, karena penelitian akan menjadikan banyak hal termasuk pengembangan ilmu pengetahuan, serta untuk meningkatkan kesejahteraan dosen.

Ucapan selamat juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Haji Agus Salim (YPHAS) Drs. H. M. Erwin Siregar, MBA, Mba, Beliau berpesan agar lulusan UMA dapat menjadi pioner di masyarakat dengan mengimplementasikan kerja keras, jujur, disiplin dalam kondisi apapun harus mengedepankan hal tersebut. Kemudian memiliki nilai-nilai sosial di tengah masyarakat. Kesuksesan yang sukses adalah yang membawa kebaikan kepada orang lain.

Ketua YPHAS juga menyampaikan perguruan tinggi merupakan intitusi yang memiliki peran penting dan posisi strategis mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu penting bagi Institusi untuk meningkatkan mutu dan kualitas secara berkesinambungan. Hal tersebut dapat dinilai dari  berbagai prestasi yang diraih Universitas Medan Area diantaranya pada tahun 2015, UMA masuk peringkat 4 di Sumatera Utara, peringkat 158 dari 3.320 perguruan tinggi di Indonesia. Keputusan ini dikeluarkan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (RISTEKDIKTI).

 

Pascasarjana UMA Tandatangani MoU dengan Pemkab. Aceh Timur

Pada hari Jum`at tanggal 26 Februari 2016 Program Pascasarjana Universitas Medan Area (UMA) menggelar acara pelepasan wisudawan serta pelantikan Ikatan Alumni MAP periode  2016-2018 di Hotel Grand Kanaya.Disamping itu juga diadakan MoU antara Program Pascasarjana UMA dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur dibidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan dilakukan Rektor UMA Prof. Dr. H. A. Ya`kub Matondang, MA dan Sekda Aceh Timur M.Iksan Akyar, S.STP, M.AP didampingi kedua unsur masing-masing lembaga.
Direktur Pascasarjana UMA Prof. Dr. Ir. Retna Astuti Kuswardani, MS pada sambutannya menerangkan pentingnya melakukan silaturahmi antar alumni untuk mengambil manfaat atau kaidah dari apa yang telah diperoleh di perguruan tinggi itu sebutnya penting dilakukan untuk menjaga keutuhan dan persatuan dari apa yang telah dibagun alumni.
“Dengan keberadaan ini, dimana ada moment pelantikan, pelepasan alumni serta MoU eksekutif dan lembaga pendidikan bisa diikuti daerah lain. Mengingat, bentuk kegiatan apapun jika bernuansa positif, tetap berguna bagi masyarakat dan bangsa. Disamping itu, peranan alumni yang tak kalah pentingnya menjaga tri dharma perguruan tinggi” ujarnya

Akreditas B
Rektor Prof. Dr. H. A. Ya`kub Matondang, MA pada kesempatan itu menjelaskan UMA berupaya menambah prodi S2 dan S3, Setelah sebelumnya syarat-syarat untuk kebutuhan itu telah dilayangkan atau disampaikan ke Dirjen Dikti.
UMA katanya akan terus berkiprah membangun dunia pendidikan modern berbasis inovatif dan berakhlak sebagai simbol bahwa kampus mampu mencitapkan generasi muda berkompeten dan profesional. Kepercayaan yang telah diberikan masyarakat merupakan kajian menuju kampus sehat dan favorit.
Hal itu dibuktikan dengan tingkatan prestasi universitas dan fakultas dalam memperoleh akreditasi sebagai salah satu hal terpenting pada dunia pendidikan dalam memperoleh status bergengsi, “19 prodi yang dimiliki UMA semuanya akreditasi B, begitu juga institusinya dengan nilai B. Ini menunjukan UMA tidak ada bedanya dengan PTN sesuai dengan kategorinya.
Padahal PTN juga ada memperoleh C, dan itu tidak sebanding jika dikaitkan fasilitas PTN yang notabene miliki pemerintah. Kami berharap agak keluarga alumni tidak usah menunggu SNMPTN, karena memang sudah tidak ada bedanya,” urai Rektor.
Ketua Alumni Ikatan Magister Administrasi Publik Pascasarjana UMA, M. Ikhsan Ahyar, S.STP, M.AP menyebutkan para eksekutif dan legislatif di Aceh Timur cenderung memilih kampus UMA untuk memperoleh pendidikan S2, itu teleh dibuktikan pada tahun 2000 pemerintah kabupaten mengadakan kerjasama kepada UMA di bidang pendidikan.
“Tidak heran jika para alumni UMA banyak menduduki jabatan di legislatif maupun eksekutif. Dominasi alumni di Aceh Timur diharapkan bisa memejukan dan lebih banyak karya yang diciptakan untuk UMA dan daerha. Untuk itu, membentuk wadah atau ikatan alumni itu mudah yang sulit itu mempertahankan. Solusinya, kembangkan silaturahmi agar terus berjalan, katanya. (sumber@harian_waspada)

 

Pelepasan Calon Wisudawan Pascasarjana UMA Periode I 2016

Sebanyak 50 orang calon wisudawan Program Pascasarjana Universitas Medan Area menghadiri Pelepasan Wisudawan pada hari Jum’at, 26 Februari 2016 bertempat di Grand Kanaya Hotel.Acara yang dimulai pukul 13.30 WIB itu dihadiri oleh fungsionaris Pascasarjana mulai dari Direktur hingga pegawai dan unsur senat dari Universitas Medan Area, mulai dari Rektor (Prof. Dr. H. A. Ya’kun Matondang, MA), Wakil Rektor Bid. Administrasi dan Keuangan (Dr. Ir. Siti Mardiana, M.Si), Dekan Psikologi (Prof. Dr. Abdul Munir, M.Pd), dan Dekan Ekonomi (Dr. H. Ehsan Effendi, M.Si).
Acara yang dibawakan oleh ibu Dra. Nina S.S. Siregar, M.Si ini dimulai dengan pembacaan do’a oleh wakil calon wisudawan dari magisiter Psikologi bapak Syamsul Bahri, S.Pd, M.Psi. Sebagai kata sambutan dibawakan oleh Wakil Direktur bid.Kemahasiswaan (Muaz Zul, SH, M.Hum), Direktur Pascasarjana (Prof. Dr. Ir. Retna Astuti K.,MS), dan Rektor UMA.
Seperti tahun-tahun sebelumnya acara ini rutin diadakan untuk makin mempererat kekeluargaan alumni Pascasarjana UMA dengan alumni lainnya dan fungsionaris Pascasarjana. Acara yang diisi dengan makan siang bersama, photo bersama, bernyanyi bersama ini merupakan bentuk kegiatan semata untuk melepas kepenatan calon wisudawan setelah sebelumnya banyak menguras tenaga dan pikirin menyusun tesis.
Disela acara digelar juga pelantikan Ikatan Alumni MAP periode  2016-2018 dan MoU antara Program Pascasarjana UMA dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur dibidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan dilakukan Rektor UMA Prof. Dr. H. A. Ya`kub Matondang, MA dan Sekda Aceh Timur M.Iksan Akyar, S.STP, M.AP didampingi kedua unsur masing-masing lembaga.

50 Mahasiswa Magister Hukum UMA ke KPK

Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya tugas KPK sebagai institusi maupun lembaga berwenang lainnya, namun perlunya dukungan dari semua pihak termasuk kampus, salah satunya Universitas Medan Area (UMA).”UMA sebagai bagian dari tatanan bangsa ini harus terus memberikan kontribusinya kepada pemberantasan korupsi”. kata Devisi Pengambangan Masyarakat KPK Jonathan saat menerima kunjungan 50 mahasiswa Magister Hukum Pascasarjana UMA, 21 Januari 2016 di gedung KPK, Jakarta.

Menurut Jonathan, perguruan tinggi, seperti UMA yang banyak diisi oleh pemikir yang handal dan belum terkontaminasi, akan sangat membantu KPK dalam memberantas korupsi yang saat ini terjadi disemua sektor. “Untuk memberantas korupsi, kita perlu bersama. KPK butuh dukungan dan energi dari civitas akademika PTN dan PTS, seperti UMA yang punya pengetahuan untuk melawan upaya-upaya korupsi, “ucapnya. Jonathan mengharapkan semua perguruan tinggi memberikan kontribusinya kepada lembaga penegak hukum, seperti KPK. Sedangkan, Direktur Pascasarjana UMA, Prof. Dr. Ir. Retna Astuti, Kuswardani, MS didampingi Prof. Dr. Edy Warman, SH, M.Hum mengatakan, pihak siap memberikan kontribusi kepada semua lembaga penegakan hukum, tidak terkecuali KPK.”Korupsi adalah musuh bersama anak bangsa ini,”sebutnya. Sedangkan kunjungan ke KPK ini, katanya, dalam rangka menambah pengalaman keilmuan para mahasiswa Magister Hukum UMA. Saat diskusi dengan mahasiswa, pihak KPK banyak menyampaikan terkait dengan tugas-tugas KPK dalam pecegahan korupsi. Selain ke KPK, para mahasiswa juga mengadakan kunjungan ke Universitas Gajah Madha (UGM), dan Universita Islam Indonesia (UII).

Sementara itu, Wakil Direktur III PPs UMA, Muaz Zul, SH, M.Hum menambahkan, kunjungan itu merupakan sebuah langkah agar mahasiswa Magister Hukum UMA mengenal KPK lebih dalam. “Dengan tatap muka ini, diharapkan lebih banyak hal yang dapat dimengerti langsung oleh mahasiswa sehingga mempunyai motivasi lebih untuk terus menyuarakan gerakan antikorupsi di Indonesia”, ungkapnya. Selanjutnya kata Muaz Zul, mereka mengikuti kuliah umum di UII dengan narasumber Prof. Ridwan Khairandy.

Dia menjelaskan, sebanyak 50 mahasiswa Program Pascasarjana Magister Hukum UMA mengikuti kegiatan fieldtrip. Kegiatan ini merupakan bagian kegiatan pembelajaran mahasiswa dalam rangka pengembangan wawasan akdemik dan keahlian hukum. “Kegiatan proses pembelajaran dalam bentuk fieldtrip mahasiswa program studi Magister Hukum UMA ini dilaksanakan dengan metode kunjungan lapangan ke institusi pemerintah, swasta, lembaga penegak hukum maupun institusi lainnya,” ungkapnya Pemilihan lokasi fieldtrip pada KPK sangat penting dalam rangka menambah pengetahuan dan keterampilan mahasiswa di bidang hukum dalam kegiatan penegak hukum. Diharapkan para mahasiswa mampu mengidentifakasi dan menganalisis masalah-masalah hukum baru dalam praktik di dunia kerja yang berbasis pada penerapan hukum yang berkembang.

Pembukaan Matrikulasi Program Pascasarjana Universitas Medan Area T.A. 2015 / 2016

Sabtu, 12 September 2015 pukul 10.00 – 12 .30 WIB telah berlangsung  pembukaan Matrikulasi bagi 290 mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Medan Area.Acara dihadiri oleh seluruh fungsionaris Pascasarjana mulai dari Direktur, Wakil Direktur, Ketua dan Sekretaris Program Studi, Kasubag Program Studi, dan staff pendukung lainnya dengan tujuan untuk mengenalkan mahasiswa baru dengan seluruh fungsionaris dan staff-staff pascasarjana Universitas Medan Area.

Acara turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim Drs. Erwin Siregar, MBA, Rektor Universitas Medan Area Prof. Dr. A. Ya’kub Matondang, MA, Wakil Rektor Bid. Akademik Dr. Heri Kusmanto, MA, dan Wakil Rektor Bid. Administrasi dan Keuangan Dr. Ir. Siti Mardiana, M.Si.

Acara yang dimulai dari pukul 10.00 WIB tersebut dipandu oleh Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik Dr. Warjio, MA. Acara dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Direktur Pascasarjana UMA Prof. Dr. Ir. Retna Astuti K., MS, dan dilanjutkan dengan pengarahan akademik oleh Wakil Direktur Bag. Akademik Ir. Erwin Pane, MS, serta dilanjutkan dengan kata sambutan dari Rektor Universitas Medan Area dan Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim.

Matrikulasi resmi dibuka oleh Koordinator Kopertis Wil. I Sumatera Utara Bapak Prof. Dian Armanto, M.Sc, PhD yang juga memberikan kuliah perdana / kuliah umum dengan topik “Perguruan Tinggi dan Mahasiswa di Era Global”.Kuliah umum yang diberikan oleh Prof. Dian Armanto sangat terasa menyegarkan bagi mahasiswa baru apalagi bagi mahasiswa yang baru merasakan suasana kuliah setelah sekian lama karena tidak hanya dari materi yang sangat informatif namun juga cara membawakan kuliah yang sangat hidup, penuh canda tawa, namun tetap fokus. Kuliah perdana tersebut berakhir pada pukul 12.30 dan mengakhiri pembukaan Matrikulasi bagi mahasiswa baru Program Pascasarjana, dimana berikutnya matrikulasi akan diikuti berdasarkan program studi masing-masing yang telah dijadwalkan oleh Program Studi.