50 Mahasiswa Magister Hukum UMA ke KPK

Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya tugas KPK sebagai institusi maupun lembaga berwenang lainnya, namun perlunya dukungan dari semua pihak termasuk kampus, salah satunya Universitas Medan Area (UMA).”UMA sebagai bagian dari tatanan bangsa ini harus terus memberikan kontribusinya kepada pemberantasan korupsi”. kata Devisi Pengambangan Masyarakat KPK Jonathan saat menerima kunjungan 50 mahasiswa Magister Hukum Pascasarjana UMA, 21 Januari 2016 di gedung KPK, Jakarta.

Menurut Jonathan, perguruan tinggi, seperti UMA yang banyak diisi oleh pemikir yang handal dan belum terkontaminasi, akan sangat membantu KPK dalam memberantas korupsi yang saat ini terjadi disemua sektor. “Untuk memberantas korupsi, kita perlu bersama. KPK butuh dukungan dan energi dari civitas akademika PTN dan PTS, seperti UMA yang punya pengetahuan untuk melawan upaya-upaya korupsi, “ucapnya. Jonathan mengharapkan semua perguruan tinggi memberikan kontribusinya kepada lembaga penegak hukum, seperti KPK. Sedangkan, Direktur Pascasarjana UMA, Prof. Dr. Ir. Retna Astuti, Kuswardani, MS didampingi Prof. Dr. Edy Warman, SH, M.Hum mengatakan, pihak siap memberikan kontribusi kepada semua lembaga penegakan hukum, tidak terkecuali KPK.”Korupsi adalah musuh bersama anak bangsa ini,”sebutnya. Sedangkan kunjungan ke KPK ini, katanya, dalam rangka menambah pengalaman keilmuan para mahasiswa Magister Hukum UMA. Saat diskusi dengan mahasiswa, pihak KPK banyak menyampaikan terkait dengan tugas-tugas KPK dalam pecegahan korupsi. Selain ke KPK, para mahasiswa juga mengadakan kunjungan ke Universitas Gajah Madha (UGM), dan Universita Islam Indonesia (UII).

Sementara itu, Wakil Direktur III PPs UMA, Muaz Zul, SH, M.Hum menambahkan, kunjungan itu merupakan sebuah langkah agar mahasiswa Magister Hukum UMA mengenal KPK lebih dalam. “Dengan tatap muka ini, diharapkan lebih banyak hal yang dapat dimengerti langsung oleh mahasiswa sehingga mempunyai motivasi lebih untuk terus menyuarakan gerakan antikorupsi di Indonesia”, ungkapnya. Selanjutnya kata Muaz Zul, mereka mengikuti kuliah umum di UII dengan narasumber Prof. Ridwan Khairandy.

Dia menjelaskan, sebanyak 50 mahasiswa Program Pascasarjana Magister Hukum UMA mengikuti kegiatan fieldtrip. Kegiatan ini merupakan bagian kegiatan pembelajaran mahasiswa dalam rangka pengembangan wawasan akdemik dan keahlian hukum. “Kegiatan proses pembelajaran dalam bentuk fieldtrip mahasiswa program studi Magister Hukum UMA ini dilaksanakan dengan metode kunjungan lapangan ke institusi pemerintah, swasta, lembaga penegak hukum maupun institusi lainnya,” ungkapnya Pemilihan lokasi fieldtrip pada KPK sangat penting dalam rangka menambah pengetahuan dan keterampilan mahasiswa di bidang hukum dalam kegiatan penegak hukum. Diharapkan para mahasiswa mampu mengidentifakasi dan menganalisis masalah-masalah hukum baru dalam praktik di dunia kerja yang berbasis pada penerapan hukum yang berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *